 |
| Sumber gambar :s1stat.fmipa.ugm.ac.id |
Umumnya banyak sekali orang yang masih bingung terhadap standar deviasi populasi dan standar deviasi sampel, karena memang keduanya berbeda. Standar deviasi merupakan suatu nilai yang menunjukkan sebaran atau variasi data yang ada, semakin besar nilai standa deviasi maka semakin besar variasi antar data tersebut, contohnya didalam pengukuran, ketika kita melakukan pengukuran sebanyak 10 kali dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang tepat, namun standar deviasi dari 10 data yang diperoleh tersebut sangat besar, yang berarti bahwa terjadi error yang sangat besar didalam pengukuran kita tersebut.
Kapan kita menggunakan standar deviasi populasi dan standar deviasi sample?. Ketika data yang kita miliki adalah data populasi, yang artinya data tersebut berdasarkan semua unit didalam populasi, contohnya guru yang ingin menghitung standar deviasi nilai 40 orang siswanya, dia memiliki nilai seluruh siswa tersebut (40 data), hal tersebut merupakan data populasi, maka dia dapat menggunakan persamaan standar deviasi populasi.
 |
| Sumber gambar :statistics.laerd.com |
Ketika seorang peniliti ingin mencari standar deviasi tinggi pria yang berusia 35-40 tahun di sebuah negara, maka dia akan mengambil beberapa orang sebagai sample dari populasi, maka dia harus menggunakan standar deviasi sample.
 |
| Sumber gambar : statistics.laerd.com |