Inverting Amplifier adalah penguat pembalik artinya output
yang dihasilkan berbeda fase 1800 dari input, jika tegangan input
bernilai negative maka outputnya akan positif dan sebaliknya. Inverting
amplifier saat ini sangat banyak digunakan. Inverting Amplifier membutuhkan 2
buah resistor seperti yang terlihat digambar dibawah ini
Output yang dihasilkan dari
Inverting Amplifier adalah
Darimana asal persamaan
diatas??
mari kita lakukan Analisa dengan menggunakan Virtual Ground.
Gambar diatas merupakan rangkaian equivalent inverting
Amplifier, yang didalam kotak merah tersebut adalah OpAmpnya, kita mengetahui
bahwa idealnya Ro=0 dan Ri= tak hingga, sehingga dapat dirangkai ulang seperti
gambar dibawah ini.
Kita
menggunakan Virtual Ground, titik ditengah memiliki tegangan=0
sehingga kita dapat menggunakan persamaan
Atau dengan cara mudahnya saja, hanya menggunakan konsep
logika seperti yang diajarkan Dosen Elektronika Dasar saya pak Eka
Arus
I1 sama dengan I2, hal tersebut karena tidak ada arus yang dapat memasuki OpAmp
karena memiliki Input Impedance yang sangat tinggi (ideal tak hingga). Kita
mengetahui bahwa V(+) = 0 karena V(+) terhubung dengan Ground, dan kita tahu
bahwa V(+) = V(-).
OpAmp (Operasional Amplifier) adalah sebuah penguat beda
yang memiliki gain yang sangat tinggi, opamp memiliki input Impedans tinggi(mega ohm) dan
output impedans rendah (<120 ohm). Opamp dapat digunakan untuk berbagai keperluan
karena Opamp dapat dikonfigurasikan untuk melakukan berbagai Operasi matematika.
Sekarang ini Opamp dikemas kedalam sebuah IC (Integrated Circuit)
 |
OpAmp yang dikemas dalam sebuah IC
IC 741 |
 |
| Model OpAmp |
Dibawah ini merupakan Model ideal dari sebuah OpAmp, Ri adalah impedance Input dan Ro adalah Impedance output
dari gambar diatas kita dapat melihat Av(Ad), AV merupakan gain Open Loop dari sebuah Amplifier, artinya amplifier akan menguatkan tegangan beda yang dimasukkan sebesar Ad.
Dari gambar diatas kita dapat melihat Vd (tegangan beda),
itu adalah tegangan beda antara input1 dengan input2. Misalnya Input1 kita beri
tegangan 10V dan input2 6V maka tegangan bedanya adalah Vd=10-6 = 4V. kemudian
tegangan tersebut dibesarkan sebelum disalurkan ke output, adapun gainnya
adalah Av, misalkan Av bernilai 70 sehingga output bernilai 4 x 70 = 280 V.
sebenarnya output tidak tepat 280v hal tersebut karena pengaruh penguatan
Common Voltage dan besar kecilnya dipengaruhi CMRR (ingat kuliah Instrumentasi
Elektronis), kita akan membahasnya nanti.
Untuk Amplifier yang telah dirangkai dengan untai eksternal seperti pada inverting amplifier, gain yang digunakan tidak lagi Open loop gain, tetapi Close Loop gain, yang besarnya tergantung dari jenis rangkain.
Gambar diatas merupakan rangkaian equivalent dari Opamp tersebut,
sebelumnya kita sudah mengetahui bahwasanya Opamp memiliki input impedance yang
tinggi dan output impedance yang rendah, idealnya input impedance bernilai
tidak terhingga sehingga dapat dilakukan Open circuit sedangkan Output
impedance idealnya bernilai 0 sehingga dapat dilakukan Short Circuit, hal
tersebut dapat kita lihat pada gambar b diatas.
Macam-macam aplikasi OpAmp
- Inverting Amplifier (penguat terbalik)
- Non-Inverting Amplifier (penguat tak terbalik)
- Summing Amplifier (penguat jumlah)
- Differential Amplifier
- Integrator
- Differentiator
- Current-Voltage converter
- Voltage-Current Converter
- Dll